“Bila memang sudah jodoh maka tidak ada yang bisa memisahkan,
dan bila memang tidak jodoh maka tdak ada yang bisa menyatukan.”
Begitulah kira kira inti yang bisa saya petik dari novel KETIKA CINTA BERTASBIH I dan II karya Habiburrahman El Shirazy penulis adikarya fenomenl AYAT AYAT CINTA dan pengasuh pondok pesantren karya dan wirausaha BSMALA INDONESIA
Saya membeli novel KETIKA CINTA BERTASBIH ini sebenarnya tidak sengaja, ketika di graha wisata solo mengadakan pameran buku, dari awal emang sudah berniat untuk membeli novel, bukan novel KETIKA CINTA BERTASBIH, tapi “LASKAR PELANGI”. Saya sendiri sebenarnya bukanlah orang yang gemar membaca. Saya penasaran karena salah seorang sahabat saya ada yang begitu terpesona dengan hasil tulisan sastra belitong berjudul LASKAR PELANGI.
Saya sendiri sebenarnya bukanlah orang yang suka membeli buku, setiap ada pameran sering datang, tapi gak pernah membeli, kalaupun beli paling yang harganya 10 ribuan, paling mentok 20 ribu, maklum kantong mahasiswa, hanya cukup untuk makan gak ada jatah buat jajan T_T
Sebenarnya saya bukanlah seorang penikmat karya sastra,seumur hidup baru kali ini saya membeli novel, biasanya Cuma pinjem
Satuhal yang saya suka dari isi kandungan yang ada di dalam novel ketika cinta bertabih ini adalah sang penulis bisa mengkombinasikan antara cerita novel dan dakwah. Ketika membaca novelnya sang pembaca tidak hanya di suguhi cerita cerita yang romanis, tapi juga di ajak untuk mengaji, tau lebih dalam tenang hukum hukum islam dan kaidah kaidah yang ada di dalamnya.
Singkat cerita dari novel KETKA CINTA BERTASBIH ini adalah cerita tentang perjalanan seorang mahasiswa universitas alazhar di Cairo mesir yang bernama Abdullah Khairul Azam yang sudah 9 tahun gak lulus lulus S1. Selama di mesir dia berusaha keras untuk menghidupi keluarganya di Indonesia dengan berjualan tempe dan bakso. Karena ayahnya sudah tiada dialah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Dialah yang mengorbankan kesuksesanya di mesir demi ke suksesan adik adiknya yang bernama husna, lia dan sarah.
Di mesir dia bertemu dengan seorang putri yang cantik bernama Eliana, seorang artis yang jenius, kaya dan terkenal, putri Duta besar republik Indonesia yang ada di mesir, yang diam diam menyukai sosok seorang Azam. Azam sendiri sebenarnya kagum dan cinta sejak pertama kali mendengar nama sorang gadis yang bernama anna althafunnisa, anak kiai lutfi pengasuh pondok pesantren darul qur’an desa wangen klaten yag belum pernah di temuiya. Tapi sayang dia harus mengurungkan niat untuk menghitbah si anna althafunnisa karena sahabatnya yang bernama furqon telah lebih dulu melamarnya. Anna althafunnisa sendiri sebenarnya dia mengagumi dan mencintai sosok seorang Azam tapi dia tidak bisa mengelak dari kenyataan bahwa dirinya telah di lamar dan menerima lamaran furqon.
Bagaimanakah cerita lengkapnya, silahkan di baca sendiri novelnya, saya tidak akan bercerita di sini karena saya tidak mau merusak kebahagian anda saat membaca novel aslinya.
Bagian yang paling saya sukai dari novel ini adalah ketika menceritakan tentang tempat tempat yang aku kenal di solo. Si azam yang bertempat tinggal di kartasura, membuka warung bakso di UMS, belanja di pasar kleco, punya kost kosan di dekat pasar kleco. Lucu juga bacanya soalnya kostku juga berada tak jauh dari pasar kleco, pertengahan antara kleco dan UMS T_T
Setelah selesai membaca dan memahmi isinya, sekarag saya bisa tau kenapa novel ini di sebut sebagai karya yang fenomenal. Ketika cinta bertasbih memang layak di sebut sebagai “#1 Mega Best seller” dan penulisnya habbiburahman el shirazy (kang abik) memang patut mendapatkan acungan jempol dan pantaslah bila beliau beri penghargaan sebagai novelis nomer 1 di Indonesia.
Sukses buat kang abik!
Abis baca novelnya, jadi pengan mondok di pesantren nih, gimana ya rasanya jadi seorang santri? Kapan kapan maen ke UMS ah, cari kang abik. Mo nanya nanya sekalian minta tanda tangan.
Sapa tau bisa di jodohin ma putrinya pak kiai yang cantik dan sholihah
hihihi ngimpi kali ye…. ^_^
Amien…
Note:
Anda bisa mendapatkan kedua novel ketika cinta bertasbih I dan II ini di gramedia dengan harga kurang lebih Rp100.000 an. Anda akan mendapatkan harga yang lebih murah bila anda membelinya saat pameran. Jadi tuggu apa lagi,. kunjungi www.gramedia.com Sekarang juga dan segera dapatkan novelnya.
(bukan paid review loh) hihihihi ^_^









Kerja Dalam Negri Gaji Luar Negri | Berseri Tanpa Korupsi Berprestasi Tanpa Upeti Berjuang Demi Cinta Dan Keadilan Majulah Indonesiaku ^_^
Lho antara Ums dan pasar kleco, wah itu mah kosQ.. Siap2 ngumpul sama mas glendoh di pangkalan Hik Trimbil nie